Header Ads

Ta'lim Mursyid

TA`LIM MURSYID TSNS MALAM JUMAAT 9.12.2010.



Bismillahir-Rahmanir-Rahim.Alhamdulillahi Rabbil Alamin.Wssalaatu wassalam ala Syayyidina Muhammadin wa ala aalihi wasahbihi ajmain.Salam sejahtera kpd semua pembaca yang dikasihi.Catatan dibawah ini ada lah ringkasan daripada ta`lim Syeikh Mursyid Tareqat Syattariyyah Neosufisme[TSNS] kepada muridin dan para jemaah yang hadhir di Inabah TSNS pada malam jumaat 9.12.2010 semuga ia ada juga mamfaatnya kpd muridin Syeikh TSNS yang tinggal berjauhan dengan Mursyid serta ahli PSSGSPM dan juga kepada masyarakat umum yang suka mengikuti kuliahnya pada setiap malam jumaat.

1.AL-QURAN-AL-KARIM:

Ayat 71-73 surah Al-An`am.



Ayat 71.Ertinya:`Katakanlah:Apakah kami akan berseru pada sesuatu selain Allah yang nyata tidak berguna bagi kami juga tidak dapat menolak bahaya,bahkan berarti kami telah surut ke belakang sesudah mendapat pertunjuk hidayat daripada Allah,bagaikan orang yang dipermainkan syaitan,di bumi ia bingung,dia mempunyai kawan-kawan yang mengajaknya kembali kejalan yang lurus,marilah ikut kami.

Katakanlah:Sesungguhnya petunjuk Allah itulah yang sebenarnya petunjuk.Dan kami diperintah agar Islam menyerah kepada Tuhan semesta alam.



Tafsir:Assuddi berkata:Orang-orang musyrikin mengajak orang-orang muslimin:Ikutilah jalan kami dan tinggalkan agama Muhammad,tiba-tiba Allah menurunkan ayat 71 ini untuk mengajar kepada kaum muslimin bagaimana menjawab ajakan kaum musyrikin itu supaya pengikut Muhammad SAW supaya kembali kufur.......iaitu dengan firman`Katakanlah................................`



Ulasan:Sesungguhnya petunjuk itu hanya petunjuk Allah.Dan kita diperintah untuk menyerah sepenuhnya kepada Allah menurut ajaran-Nya,perintah-Nya,meninggalkan semua larangan-Nya,melaksanakan dan tunduk pada hukum-Nya.Sebab Dia Allah Tuhan yang mencipta,memelihara,menjamin semua makhluk seisi alam.



Ayat 72:Ertinya:`Dan agar mendirikan salat,dan bertawakkallah kepada Allah dan kepada-Nya lah kalian akan dihimpunkan.`



Ulasan: Iaitu sebagai lanjutan dari arti menyerah,Allah menyuruh:Tegakanlah salat,dan bertakwal dalam semua perintah dan larangan-Nya,sebab kepada Allah-lah semua makhluk akan dihimpun[dikumpulkan] untuk menerima hasil[balasan] dari semua perbuatan yang telah dilakukan selama hidup mereka di dunia ini.



Ayat 73:Ertinya:`Dialah(Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan haq(benar).Dan pada saat Ia berfirman: KUN[jadilah]maka terjadilah semua yang dikehendaki-Nya.Firman-Nya-lah yang benar dan bagi-Nya segala kekuasaan di saat ditiup sangkakala.Dialah yang mengentahui semua yang ghaib dan nyata[terang].Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi mengentahui sedalam-dalamnya.`



Ulasan: Allah menyatakan kebesaran kekuasaan-Nya yang menjadikan langit dan bumi dengan segala peraturanya,jaminannya,pemeliharaannya,dan kelengkapannya, yang hak dan pada setiap saat yang ditentukan hanya cukup memerintah dengan kalimah`KUN`[jadilah]maka terjadilah apa yang dikehendaki Allah pada saat dan waktu yang di tentukan sendiri.Firman Allah itulah yang hak dan benar.Semua kekuasaan kerajaan hanya di tangan Allah,juga pada saat ditiup sangkakala.dialah yang mengentahui yang ghaib dan terang.Dialah yang Maha bijaksana dan mengentahui sedalam-dalamnya.Rasulullah saw.bersabda:Ertinya:`Sesungguhnya Israfil telah meletakkan sangkakala dalam mulut dan menundukkan dahinya menunggu bilakah diperintahkan meniup[HR.Muslim].
2.AL-HADITH:
`............ Sabda Rasulullah saw.Qul aamantu billahhi thummas-taqim`[HR.Muslim].

Ertinya:.........`sabdanya:Katakanlah,aku beriman kepada Allah,kemudian hendakalah engkau beristiqamah.`[HR.Muslim].

Ulasan:Hadis tersebut amat ringkas tetapi cukuplah untuk menyatakan kandungannya meliputi segala pegertian agama Islam dalam segi `aqidah dan `amaliyyah atau dalam bidang keimanan dan amalnya.Sabda Rasulullah saw itu adalah bersumber dari wahyu Allah juga yaitu ayat 30 surah Fussulat:
Ertinya:`Sesungguhnya mereka yang berkata:Tuhan kami ialah Allah,kemudian mereka beristiqamah,turun atas mereka malaikat sambil berkata:Bahawa janganlah kamu takut dan jangan kamu berdukacita dan gembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan kepada kamu`.
Istiqamah disini bererti menjalani jalan yang lurus[Al-Sirat al-Mustaqim].Jalan ini ialah agama yang lurus[benar]tanpa sebarang liku-liku atau condong kekiri dan kekanan dengan kata lain tidak berpaling hati kepada yang lain,dan meliputi segala perbuatan taat yang zahir dan yang bathin,juga meninggalkan segala larangan.Ini semua yang bererti istiqamah,iaitu kelurusan yang tetap dalam iman [tauhid]dan melaksanakan amal.Kata Abul al-Qasim Al-Qushairi:`Barangsiapa tidak lurus(tidak istiqamah-tiada kelurusan hati)dalam halnya sia-sialah usahanya,rugilah tenaganya.`

3.TAREQAT-TASAWUF:Pengajaran kuliah ke 10.
Qalam hikmahnya berkata:`Amal perbuatan itu laksana tubuh yang berdiri tegak.Sedang rohnya adalah rahsia ikhlas yang terdapat dalam amal perbuatan itu.` Atau dengan lain kata`Amal-amal zahiriah itu merupakan gambaran[bentuk]yang berdiri[tampa nyawa]sedangkan rohnya ialah keikhlasan[hati ]yang terdapat dan tersembunyi di dalam amalan-amalan itu.Maka amalan yang tiada ikhlas misalnya diselaputi riya` ibaratnya badan tampa nyawa maka umpama mayatlah ia jadinya dan tidak ada nilainya lagi.
NAMUN darjat ikhlas manusia dalam beramal ada tiga katagori:
1.Ikhlas orang mukhlisin atau ikhlashul-ibad......Mengerjakan amal kerana untuk Allah SWT. dan tidak ada sifat riya`tetapi ada bermaksud menuntut pahala dan menjauhkan siksa Allah. Ini darjat ikhlas yang paling bawah dalam beramal ibadat.


2.Ikhlas orang Muhibbin..........Mengerjakan amal dengan tiada tuntutan nafsu mahukan balasan pahala atau keistimewaan lain atau pun untuk menolak siksa...tetapi semata kerana taat dan rasa cinta kepada kekasihnya yang Maha Kuasa.Ini tahap ikhlas yang pertengahan.


3.Ikhlashul-Muwahid/Muqarrabin/Arifinbillah.........Hilang[keluar]nya makhluk daripada nadzar[pemerhatiannya]nya dalam segala amal perbuatan ibadahnya.Ini tahap ikhlas yang tertinggi.

Kata seorang Syeikh r.a:`Sahkan amalmu dengan ikhlas dan sahkan ikhlasmu dengan berlepas diri dengan pengertian:`Laa haula wala quwwqtq illa billah.`


4.KEROHANIAN.....tidak dapat diterangkan disini kerana kecetekan ilmu saya untuk menulis seperti apa yang di cakap dan di maksudkan Mursyid.



Wallahu a`lam.



Sekian untuk kali ini.Assalamualaikum Wrtl.

Tiada ulasan

Dikuasakan oleh Blogger.